Dilema Jiwa

Karya: Tomi Saputra

Diantara puing reruntuhan hasil congkaknya peradaban,
Tertelungkup malu menatap langit.
Lari sejenak dari kebisingan realita semu,
Dan faktanya cuma berjalan di tempat, merangkak pun tidak.

Bagaimana dengan peradaban?
Dengan berkacak pinggang masih terbahak-bahak.
Sembari menatap jasad rentan yang masih tersungkur dalam kegamangan.
Merintih, bergetar dan menuju ke fase terbujur kaku.

Jasad itu belum sekarat,
Hanya jiwanya saja berkelana dalam dilema.
Ingin berontak, istirahat atau tetap maju ke medan perang.
Si jiwa ini bukanlah lemah, hanya sedang berkelindan dengan carut marutnya suasana.

Jiwa dan jasad yang sedang bertempur dalam getir,
Memanjakan akal dengan rumitnya.
Melawan nafsu yang membakar dengan sangat-sangat bergejolak.
Mencoba dibungkam, diredakan, dalam ketiadaan.

Dan jasad masih terkapar, gemetar, dalam getir.
Dan jiwa masih meronta-ronta, kalut, mencari arah.
Meskipun sudah lama mengerti bahwa arah cuma satu, langkah tetap maju.
Karena pilihan mundur sudah sangat lama dihapuskan.

Bandung, Desember 2017

Related:  [POEM] Di Antara Persimpangan Menuju Jalan Pulang

2 Thoughts to “[POEM] Dilema Jiwa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *