Relikui Asa, by Arifan Sudaryanto

Project Description

Penggusuran adalah salahsatu isu sosial yang menjadi momok mengerikan yang takkan ada hentinya menggerus kehidupan masyarakat urban. Pemerataan pembangunan menjadi dalih penggusuran tanpa menghiraukan keadilan bagi korban penggusuran.

Rasa kemanusiaan dilacuri kepada pemilik kekuasaan seumpama para pemilik modal dan para investor, yang tentunya dilindungi negara yang lebih ber-empati pada mereka yang kantongnya berisi.

Ketika rakyat membela haknya, dilawan dengan tindakan keras oleh “atribut negara” dan segala aksesorisnya untuk meng-eksekusi rakyat tertindas (yang seharusnya melindungi). Demi tuhan semesta alam, siapa yg kau lindungi wahai pemimpin kami? Mereka para korporasi, atau kami yang diusir secara paksa dari tanah kelahiran kami sendiri?

Pada dasarnya, tak ada yang berpihak pada rakyat jika ego manusia masih bercukul kokoh diatas kekuasaan dan berambisi memenuhi ego nya semata, yang tentunya diiringi keserakahan materi sebagai poros utamanya.

Persetan dengan semua tektek bengek demokrasi (walaupun berdebat hingga mulut berbusa) jika kapitalisme masih tetap dilanggengkan negara dan lebih berpotensi menjadi tuhan baru bagi negeri ini.

Kini, hanya kesedihan yang muncul sebagai akibat keadilan yang begitu semu bagi rakyat tertindas. Rumah, sebagai tempat yang sakral bagi penghuninya, kini hanya menyisakan cerita pilu akan ketidakadilan yang begitu nyata dan menjadi parasit bagi rakyat kecil.

Segala kebahagiaan, kehangatan, dan kenyamanan hilang seketika tertimbun reruntuhan rumah yang diluluh lantahkan oleh tangan dingin korporasi. Relikui Asa, merasakan semua kesedihan itu.

Instagram

Copyrights:
All the pictures in this post are copyrighted Arifan Sudaryanto

Related:  Poison, by Aji Susanto Anom

Leave a Reply